Sabtu, 15 Desember 2012

"Pendidikan Bermutu"



Pendidikan Ala Pesantren
Oleh : Muhammad Afwan Romdloni

Hasil Ujian Nasional 2012 di salah satu jenjang pendidikan telah diumumkan oleh badan Pendidikan Nasional. Hal tersebut sangatlah di nantikan oleh para peserta Uian Nasional, dengan berbagai pengorbanan yang mereka lakukan untuk bisa melewati Ujian Nasional tersebut. Setelah mereka mengetahui kepastian kelulusan dalam Ujian Naional, mereka sekarang kebingungan untuk melanjutkan tujuan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagaimanan tidak? pasti mereka masih ragu untuk melanjutkan pendidikan karena saking banyaknya lembaga pendidikan baik dibawah naungan Kemendiknas, Depag maupun Swasta.
Di masing masing-masing lembaga tersebut pasti mempunyai kelebihan dan kelemahan yang ada di lalam proses pendidikan. Baik dalam segi proses pembelajaran, sosial budaya, lingkunagan lembaga tersebut, yang pasti itu semua berpengaruh bagi para murid yang ada di dalam lembaga tersebut. Maka dari itu, sangat diharapkan bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi diharapkan untuk memilih yang terbaik dari yang terbaik dari berbagai lembaga tersebut, dengan menimbang hal-hal yang di mungkinkan terjadi di masa mendatang.
Lembaga pendidikan adalah sala satu dari beberapa langkah yang harus di tempuh suatu negara untuk menciptakan masyarakat yang pependidikan dan berpengalaman. Sebab pendidikan harus dilakukan dengan sistematis dan teratur yang dilakukan dengan kontinue. Salah satunya lembaga yang tertua yang ada di indonesia ini, yang di rumuskan dan dirintis oleh para pendahulu kita para wali songo, sebagai salah satu pendidikan dalam islam. Dan lembaga ini telah terbukti sampai sekarang, yang telah  menghasilkan para kiyai-kiyai besar dan orang-orang yang berpengalaman tinggi dan mampu manusia yang sejati. Mereka bisa menghidupi keluarganya sendiri dari bekal yang ada di lingkungan pesantren.
Tidak bisa kita pungkiri jumlah pendidikan pesantren sekarang ini telah meladak, atau telah menyebar di berbagai wilayah di Indonesia baik di perdesaan maupun di perkotaan. Dan kwalitas-kwalitas yang sangat bersaing ketat di antara pesantren-pesanten yang ada. 4049 pesantren tersebar di wilayah jawa timur (data dari depag jatim 2012) dan terbukti jumlah tersebut yang tidak sedikit, belum lagi yang ada di wilayah lainya. Dan juga telah terbukti kwalitas yang di hasilkan orang-orang pesantren baik dikalangn pejabat maupun swasta. Bahkan telah mencapai tingkat presiden yakni KH. Abdur Rahman Wahid (Gus Dur). sebenarnya banyak produk-produk dari kalangan pesantren yang pantas dan mampu sebagai pemimpin negara (presiden), namun mereka lebih memberikan kesempatan tersebut kepada orang lain.
Pendidikan pesantren yang bersitem full day study membuat para sntri sendiri bisa teratur dalam pembelajaran. setiap waktu mereka dipantau dan diawasi oleh paar pengurus. Bagaimanan tingkah laku kesehaiannya?, Bagaimana perkembangan pendidikanya?, dll. Dan waktu-waktu yang ada telah terjadwal dengan sistematis dari bangun tidur sampai tidur kembali, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Dan setiap waktu tersebut ada konsekuensi yang dilakukan bagai para santri yang tidak melaksanakan kegiatan yang telah terjadwal, dan konsekuensinya juga juga sesuatu hal yang benar-benar mendidik bagi para santri. Seupama dilakukan pemukulan juga sudah masuk dalam HAM juga tindak pidana, dan hal tersebut juga sangatlah tercela.
Pendidikan yang universal
            Dalam dunia pesantren tidak mengenal golongan, status, sosial budaya. Jadi dalam dunia pendidikan pesantren mereka bisa berbaur dengan berbagai golongan yang ada, secara tidak langsung mereka bisa belajar dengan teman-temanya yang berlainan golongan. Sebab pendidikan yang universal sangatlah dibutuhkan di negara indonesia, seperti halnya yang disampaikan bu muslimah dalam film Laskar Pelangi. Sebab banyak masyarakat Indonesia yang tidak mempunyai kemampuan yang sama baik dalam segi IQ dan EQ, dll.
Maka pesantren di sini bisa menerima santri bagaimanapun juga, karena pendidikan merupakn keawajiban bagi semua manusia, dan pesantren sendiri tidak bisa melarang seorang santri untuk menuntut ilmu di pesantren tersebut.
            Tidak hanya pada subyek saja, pendidikan pesantren juga memiliki pendidikan yang universal pula dalam segi objek pendidikan. Semua ilmu sekiranya baik dan mendukung keberlangsungn hidup masa depan, maka ilmu tersebut akan di sampaikan di dunia pesantren. Pesantren tidak terbatas hanya pendidikan agama, namun juga pendidikan umum, ketrampilan, kerajinan, seni, bahkan pendidikan yang berkaitan dengan multi media yang serba modern. 
            Modernisasi di pesantren juga tidak di abaikan, sebab modernisasi pada dasarnya merupkan perbaikan mind set dan tata kerja yang tidak rasional menjadi yang rasional, bukan mind set yang bersumber dari negara-negara barat (eropa).
Legalitas pendidikan pesantren
Pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang bersifat multidimensional telah menjadi bagian pendidikan nasional. Merujuk pada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sidiknas, posisi dan keberadaan pesantren sebenarnya memiliki tempat yang istimewa dalam dunia pesantren khususnya di Indonesia. Fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa. Pesantren sendiri merupakan sebuah salah satu sistem yang mejunjung tinggi akan pendidikan moral para santri, dan hal ini sangat di butuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kenyataan ini belum disadari oleh mayoritas masyarakat Indonesia. lembaga ini memiliki fungsi tambahan yang tidak kalah pentingnya dengan fungsi utama pendidikan formal dari pemerintah.
Meskipun dalam kenyataannya demikian pesantren sendiri selalu optimis dan bertujuan uantuk mensejahterkan masyarakat Indonesia, dan pesantren sendiri merupakan sebuah jalan untuk menumpas kebejatan di pemerintahan, para pemerintah korup yang tidak memiliki moral untuk menjunjung tinggi kebersamaan. Mereka hanya memeperkaya diri tanpa melihat bagaimana nasib orang lain di luar lingkungan mereka.  
         Bila dilihat dari hasil ujian nasional pendidikan pesantren juga tidak kalah dengan pendidikan umum, bahkan pendidikan pesantren juga bisa lebih tinggi darinya.

Minggu, 04 Desember 2011


Nilai-Nilai Filosofis Ajang SEA Games
Muhammad Afwan Romdloni*
Opening Ceremony SEA Games XXVI/2011 yang di ikuti oleh sebelas negara se-ASEAN tersebut telah berlangsung meriah dan megah yang dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sports City (JSC) Palembang. Acara opening perhelatan olahraga se-ASEAN berlangsung sekitar seratus lima puluh menit tersebut membuat lebih dari 40.000 penonton di Gelora Sriwijaya yang terlena akan kemeriahannya. Perpaduan teknologi digital dan budaya membuat acara tersebut lebih terlihat elegan, yang menampilkan 4.500 penari kolosal bertema Musi-The Heart of The City karya Hartati, oleh para pemuda bangsa. Serta banyak lagi acara yang di tampilkan pada opening tersebut.
Walaupun disertai hujan saat opening tersebut, para penonton tetap sangat antusias untuk mengikutinya sampai selesai yang sebelumnya telah mendapatkan soufenir jas hujan dari panitia. Dalam sambutannya presiden menyatakan bahwa “JSC betul-betul bertaraf internasional,  dan ini membuktikan kerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal”. Bahkan pesta tersebut di nilai sebagai acara termegah sepanjang sejarah ajang olahraga dua tahunan tersebut (Jawa Pos 12/11).
Tujuan adanya ajang SEA Games tersebut tidak lain merupakan sebagai alat ataupun sarana hubungan harmonis antar negara se-ASEAN untuk saling membantu dalam berbagai hal. Ajang tersebut mempunyai harapan besar untuk mampu harkat dan martabat negara-negara Asia Tenggara di kancah internasional. Karena dalam kaca mata internasional negara-negara tersebut masih di anak tirikan. Belum banyak pengakuan mereka dengan negara kita.  
“Selamat datang dan selamat bertanding, dengan semangat persaudaraan dan persahabatan, mari kita sukseskan SEA Games”. Itulah sambutan pertama yang disampaikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang menjadikan bukti ajang SEA Games tersebut mempunyai tujuan bukan untuk saling mengalahkan dan menindas di antara negara yang bersangkutan. Namun mempunyai tujuan besar untuk menyatukan negara-negara Asia Tenggara  ini untuk terus mampu bersaing di kancah internasional.
Dalam segi internal ajang tersebut akan menumbuhkan kekompakan mereka dalam satu negara bahkan satu team untuk meraih kemenangan dengan maksimal. Dengan persaudaraan dan persahabatan akan mampu memperkokoh barisan kita untuk terus maju. Sebab suatu team tidak akan mengalami kesuksesan tanpa adanya rasa kekompakan yang tinggi di antara pemain yang ada.
Terkait dengan hubungan persahabatan dan persaudaraan tidak akan terlepas dengan banyaknya konflik yang timbul dalam kaum muda sendiri. Kian hari makin merajalela. Menurut George M. Foster, ada dua segi besar yang terkait dengan konflik yang terjadi dalam masyarakat. Pertama, masyarakat berada pada posisi yang paling tidak sehat atau berbeda pandangan atas sesuatu, termasuk nilai tertentu, disebabkan karena adanya penggolongan (fationalisme) berdasarkan parameter tertentu. Misalnya faktor kesukuan, keagamaan, ideologi dan kepartaian.
Kedua, pertentangan timbul di dalam masyarakat, oleh karena adanya perbedaan kepentingan (vested interest). Sebagai contoh, banyak dari perubahan sosial dalam ekonomi yang sedang dipromosikan di dunia dewasa ini, di tafsirkan sebagai pengancam situasi keamanan dari kelompok atau wilayah tertentu. Konflik yang ditimbulkan oleh kepentingan, bisa berwujud pertentangan antara pemilik modal uang (peminjam) dengan kredit dan sebagainya.
Implikasi Pembentuk Karakter
            Sesuai anjuran yang di sampaikan kemendiknas bahwa sangat ditekankan bagi kaum muda untuk menegakkan pendidikan karakter. Seorang pemuda tanpa karakter bagaikan pemuda tanpa masa depan. Dengan karakter tersebutlah seorang pemuda mengetahui jati dirinya, apa yang harus dilakukan ke depan untuk mencapai tujuannya. 
Pendidikan karakter memang sangatlah diperlukan bagi seluruh penduduk Indonesia dan khususnya para pemuda. Sebab dengan karakter itulah yang mampu membawa kaum muda bangsa untuk membawa negaranya untuk terus maju. Dengan SEA Games inilah para pemuda melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, yakni menjadi atlet yang mengedepankan jujur, menjunjung sportivitas, dan mau menerima baik kalah maupun menang sesuai apa yang telah di ucapkan dalam janji atlet.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengatakan, “Tantangan sekarang, bagaimana nilai-nilai filosofis yang ada dalam olahraga,  fair play, kejujuran, sportif, siap menang dan siap kalah, seperti di SEA Games kali ini bisa ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dimotori para pemuda,” (13/11/2011). Dengan suksesnya ajang SEA Games ini akan membuktikan bahwa negara-negara ASIA Tenggara khususnya bangsa Indonesia bisa berubah untuk  menyesuaikan perkembangan jaman, serta mampu bersaing dengan negara-negara lain yang terus mengalami kemajuan.
Bertambah banyaknya para pemuda mengetahui dan paham akan nilai keolahragaan, maka bertambah pula pemuda yang paham akan kejujuran dan kesportivitasan. Yang mempunyai dampak yang sangat positif untuk mencapai cita-cita bangsa. Sama halnya ketika berbicara politik dan kekuasaan, nilai-nilai olahraga mengajarkan tidak menganjurkan untuk saling mematikan lawan, namun di lain pihak para atlet harus siap menang dan siap kalah. Apabila ini berhasil dilakukan, implikasinya pada pembentukan karakter para pemuda, agar pemuda berkarakter ideal, menghadapi masa depan bangsa yang lebih baik nantinya.
Dengan pembenahan dan perbaikan yang mampu mengubah bangsa Indonesia ini dari keterpurukan, karena perubahan harus di capai. Pada dasarnya semua negara mempunyai potensi untuk mengalami perubahan yang signifikan. Tidak terkecuali Indonesia memiliki juga sangat berpotensi  menjadi bangsa yang besar di masa mendatang. Sebuah harapan yang di pikul oleh para pemuda pejuang bangsa.
Salah satu hal yang perlu dibenahi ke depan, tambah Jimly, “persoalan keadilan dan penegakan hukum”. Karena kian hari, rasa keadilan dan penegakan hukum yang ada masih sangat jauh dari kesempurnaan. Dengan sikap kejujuran dan sportivitas tersebut akan memberikan manfaat yang lebih baik kepada suatu bangsa untuk menegakkan maslah keadilan dan penegakan hukum. Apabila keduanya tidak dapat berjalan dengan baik, maka sulit pula Indonesia untuk bangkit dari kebobrokan. Yang berakibat semakin jauh bagi masyarakat maupun bangsa untuk mencapai cita-cita yang luhur negeri ini. Dengan SEA Games inilah mari kita tunjukkan dan kita buktikan kemajuan bangsa ini melalui jiwa para pemuda.

*)Lulusan Pon. Pes. Darul Huda Mayak, Ponorogo. Dan pengurus IPNU PK PT IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Nilai-Nilai Filosofis Ajang SEA Games


Muhammad Afwan Romdloni*
di maut di radar Surabaya 28 November 2011

Nilai-Nilai Filosofis Ajang SEA Games
Opening Ceremony SEA Games XXVI/2011 yang di ikuti oleh sebelas negara se-ASEAN tersebut telah berlangsung meriah dan megah yang dilaksanakan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sports City (JSC) Palembang. Acara opening perhelatan olahraga se-ASEAN berlangsung sekitar seratus lima puluh menit tersebut membuat lebih dari 40.000 penonton di Gelora Sriwijaya yang terlena akan kemeriahannya. Perpaduan teknologi digital dan budaya membuat acara tersebut lebih terlihat elegan, yang menampilkan 4.500 penari kolosal bertema Musi-The Heart of The City karya Hartati, oleh para pemuda bangsa. Serta banyak lagi acara yang di tampilkan pada opening tersebut.
Walaupun disertai hujan saat opening tersebut, para penonton tetap sangat antusias untuk mengikutinya sampai selesai yang sebelumnya telah mendapatkan soufenir jas hujan dari panitia. Dalam sambutannya presiden menyatakan bahwa “JSC betul-betul bertaraf internasional,  dan ini membuktikan kerja keras untuk mencapai hasil yang maksimal”. Bahkan pesta tersebut di nilai sebagai acara termegah sepanjang sejarah ajang olahraga dua tahunan tersebut (Jawa Pos 12/11).
Tujuan adanya ajang SEA Games tersebut tidak lain merupakan sebagai alat ataupun sarana hubungan harmonis antar negara se-ASEAN untuk saling membantu dalam berbagai hal. Ajang tersebut mempunyai harapan besar untuk mampu harkat dan martabat negara-negara Asia Tenggara di kancah internasional. Karena dalam kaca mata internasional negara-negara tersebut masih di anak tirikan. Belum banyak pengakuan mereka dengan negara kita.  
“Selamat datang dan selamat bertanding, dengan semangat persaudaraan dan persahabatan, mari kita sukseskan SEA Games”. Itulah sambutan pertama yang disampaikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Yang menjadikan bukti ajang SEA Games tersebut mempunyai tujuan bukan untuk saling mengalahkan dan menindas di antara negara yang bersangkutan. Namun mempunyai tujuan besar untuk menyatukan negara-negara Asia Tenggara  ini untuk terus mampu bersaing di kancah internasional.
Dalam segi internal ajang tersebut akan menumbuhkan kekompakan mereka dalam satu negara bahkan satu team untuk meraih kemenangan dengan maksimal. Dengan persaudaraan dan persahabatan akan mampu memperkokoh barisan kita untuk terus maju. Sebab suatu team tidak akan mengalami kesuksesan tanpa adanya rasa kekompakan yang tinggi di antara pemain yang ada.
Terkait dengan hubungan persahabatan dan persaudaraan tidak akan terlepas dengan banyaknya konflik yang timbul dalam kaum muda sendiri. Kian hari makin merajalela. Menurut George M. Foster, ada dua segi besar yang terkait dengan konflik yang terjadi dalam masyarakat. Pertama, masyarakat berada pada posisi yang paling tidak sehat atau berbeda pandangan atas sesuatu, termasuk nilai tertentu, disebabkan karena adanya penggolongan (fationalisme) berdasarkan parameter tertentu. Misalnya faktor kesukuan, keagamaan, ideologi dan kepartaian.
Kedua, pertentangan timbul di dalam masyarakat, oleh karena adanya perbedaan kepentingan (vested interest). Sebagai contoh, banyak dari perubahan sosial dalam ekonomi yang sedang dipromosikan di dunia dewasa ini, di tafsirkan sebagai pengancam situasi keamanan dari kelompok atau wilayah tertentu. Konflik yang ditimbulkan oleh kepentingan, bisa berwujud pertentangan antara pemilik modal uang (peminjam) dengan kredit dan sebagainya.
Implikasi Pembentuk Karakter
            Sesuai anjuran yang di sampaikan kemendiknas bahwa sangat ditekankan bagi kaum muda untuk menegakkan pendidikan karakter. Seorang pemuda tanpa karakter bagaikan pemuda tanpa masa depan. Dengan karakter tersebutlah seorang pemuda mengetahui jati dirinya, apa yang harus dilakukan ke depan untuk mencapai tujuannya. 
Pendidikan karakter memang sangatlah diperlukan bagi seluruh penduduk Indonesia dan khususnya para pemuda. Sebab dengan karakter itulah yang mampu membawa kaum muda bangsa untuk membawa negaranya untuk terus maju. Dengan SEA Games inilah para pemuda melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya, yakni menjadi atlet yang mengedepankan jujur, menjunjung sportivitas, dan mau menerima baik kalah maupun menang sesuai apa yang telah di ucapkan dalam janji atlet.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengatakan, “Tantangan sekarang, bagaimana nilai-nilai filosofis yang ada dalam olahraga,  fair play, kejujuran, sportif, siap menang dan siap kalah, seperti di SEA Games kali ini bisa ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dimotori para pemuda,” (13/11/2011). Dengan suksesnya ajang SEA Games ini akan membuktikan bahwa negara-negara ASIA Tenggara khususnya bangsa Indonesia bisa berubah untuk  menyesuaikan perkembangan jaman, serta mampu bersaing dengan negara-negara lain yang terus mengalami kemajuan.
Bertambah banyaknya para pemuda mengetahui dan paham akan nilai keolahragaan, maka bertambah pula pemuda yang paham akan kejujuran dan kesportivitasan. Yang mempunyai dampak yang sangat positif untuk mencapai cita-cita bangsa. Sama halnya ketika berbicara politik dan kekuasaan, nilai-nilai olahraga mengajarkan tidak menganjurkan untuk saling mematikan lawan, namun di lain pihak para atlet harus siap menang dan siap kalah. Apabila ini berhasil dilakukan, implikasinya pada pembentukan karakter para pemuda, agar pemuda berkarakter ideal, menghadapi masa depan bangsa yang lebih baik nantinya.
Dengan pembenahan dan perbaikan yang mampu mengubah bangsa Indonesia ini dari keterpurukan, karena perubahan harus di capai. Pada dasarnya semua negara mempunyai potensi untuk mengalami perubahan yang signifikan. Tidak terkecuali Indonesia memiliki juga sangat berpotensi  menjadi bangsa yang besar di masa mendatang. Sebuah harapan yang di pikul oleh para pemuda pejuang bangsa.
Salah satu hal yang perlu dibenahi ke depan, tambah Jimly, “persoalan keadilan dan penegakan hukum”. Karena kian hari, rasa keadilan dan penegakan hukum yang ada masih sangat jauh dari kesempurnaan. Dengan sikap kejujuran dan sportivitas tersebut akan memberikan manfaat yang lebih baik kepada suatu bangsa untuk menegakkan maslah keadilan dan penegakan hukum. Apabila keduanya tidak dapat berjalan dengan baik, maka sulit pula Indonesia untuk bangkit dari kebobrokan. Yang berakibat semakin jauh bagi masyarakat maupun bangsa untuk mencapai cita-cita yang luhur negeri ini. Dengan SEA Games inilah mari kita tunjukkan dan kita buktikan kemajuan bangsa ini melalui jiwa para pemuda.

*)Lulusan Pon. Pes. Darul Huda Mayak, Ponorogo. Dan pengurus IPNU PK PT IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Bangkitnya Spirit Garuda Muda

Bangkitnya Spirit Garuda Muda
Muhammad ‘Afwan Romdloni*
Menilik perjuangan masa lalu. Indonesia memiliki segudang sejarah, dan semua itu tidak terlepas dengan jiwa kepahlawanan para pejuang bangsa. Mereka mempunyai sebuah kekuatan besar yang bersemayam di dalam jiwa nan dalam.  Sebuah jiwa pantang menyerah untuk menjunjung tinggi rasa kesatuan negara untuk membebaskan negara dari para kaum penjajah. kaum muda yang  mempunyai semangat yang kuat pantang menyerah.
Dengan bukti banyak pengaruh yang ditimbulkan kaum muda terhadap kemerdekaan bangsa Indonesia ini, seperti perlawanannya terhadap para penjajah. Bahkan sampai masa orde baru, yang mampu menggulingkan para diktator-diktator penindas rakyat. Mereka mempunyai jiwa yang tidak tertandingi bagaikan baja. Untuk mewujudkan apa yang menjadi impian dan tujuan bersama, sampai-sampai mereka tidak menghiraukan apa yang terjadi bagi mereka sendiri.
Selain hal itu, mereka juga memiliki spirit yang terus membara yang tidak akan terkikis walaupun ombak besar menerpa. Dengan cara apapun mereka bertekat untuk maju dan terus maju tiada kata mundur bagi mereka. “Bahkan mundur sebelum berperang, itu pantangan bagi mereka”.
Banyak para kaum muda sekarang ini yang bertolak belakang dengan kenyataan masa  lalu. Tidak sedikit anggapan bahwa kaum muda sekarang hanyalah sebatas harapan belaka, yang tidak tahu kapan mereka dapat diandalkan. Padahal dengan pemudalah bangsa ini akan berubah, bukan kaum tua yang staminanya kian terkikis oleh umur. Tidak sepantasnya kaum muda sekarang ini hanya berpangku tangan serta tunduk dengan keadaan. Yang tidak mau bersaing dengan perkembangan zaman.
Sudah saatnya kita untuk bangkit dari keterpurukan, mari kita hapus anggapan di atas. Dengan menunjukkan kemampuan kita untuk bangkit melawan dari penindasan. Dengan mewujudkan Indonesia yang tegar! Indonesia yang pantang menyerah! Indonesia yang kokoh! Indonesia yang mampu bangkit dari keterpurukan!. Maka akan mampu mewujudkan bahwa bangsa Indonesia bisa bersaing dalam dunia internasional dalam berbagai sudut pandang.
Melalui SEA Games ini kita bangkitkan jiwa spirit pahlawan yang telah lama terpendam, khususnya dalam jiwa para pemuda bangsa. Dengan slogan United and Rising bangkit dan bersatu dalam mencapai cita-cita yang luhur. Seperti halnya Garuda Muda (julukan Timnas U 23) sekarang yang telah melakoni perjuangan besar untuk menyabet emas dalam perhelatan  SEA Games 2011.
            Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie mengatakan, “Tantangan sekarang ini, bagaimana nilai-nilai filosofis yang ada dalam olahraga,  fair play, kejujuran, sportif, siap menang dan siap kalah, seperti di SEA Games kali ini bisa ikut mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara dimotori para pemuda,” (13/11). Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai filosofis SEA Games tersebut kita akan mampu mewujudkan mimpi bangsa ini. Melalui kejujuran mari kita berantas korupsi yang telah beranak-berakar dalam jiwa bangsa. Melalui sportivitas mari kita berantas suap-menyuap. Melalui ketegaran mari kita bangkitkan semangat para pejuang bangsa yang kian lama terpendam.   
Perubahan yang harus kita lakukan. Sebab kaum muda saat ini, yang akan menggenggam Indonesia mendatang. Perubahan harus kita capai secepat mungkin, tanpa perubahan kita akan tetap seperti yang kita alami sekarang ini. Karena “Perubahan adalah hasil akhir dari semua proses belajar yang sesungguhnya (Leo Buscagila). Dengan demikian mari kita lakukan perubahan melalui dari kita sendiri, mulai yang terkecil sebagai bukti pengamalan kita terhadap apa kita dapatkan sekarang ini. Kita mampu menggenggam dunia ini dengan impian kita dan mampu untuk merubah dunia degan potensi kita.
Pentingnya Motivasi dan Keyakinan
            Banyak masyarakat Indonesia khususnya kaum muda  yang kehilangan motivasi diri untuk menggugah jiwa yang terpendam. Pada dasarnya setip orang memiliki kekuatan yang besar, namun tidak semua orang mengetahuinya. Dan salah satu caranya adalah motivasi yang mampu membuktikan bahwa kekuatan itu ada. Tanpa ada suatu motivasi seseorang tidak akan bisa mewujudkan apa yang diinginkan. Motivasi merupakan bahan bakar utama untuk mewujudkan impian besar dalam jiwa.
Motivasi sangat diperlukan seseorang untuk mencapai apa yang di inginkan. Untuk mencapai kesuksesan, banyak sekali rintangan dan halangan yang menghadang di depan. Akan tetapi, dengan berbekal motivasi dan inspirasi yang besar, seseorang bisa terus maju. Maju untuk sukses dan mendapatkan apa yang diinginkan. Tidak ada satu orang pun yang berani mengatakan bahwa sukses itu cepat dan gampang dilakukan. Jika ada orang yang berkata demikian, mungkin saja orang tersebut adalah orang yang tidak jelas. Sukses itu susah! Namun, semua orang ingin sukses dalam hidupnya.
Setelah mendapatkan motivasi yang tinggi untuk mau merubah dirinya. Kemudian dibutuhkan sebuah keyakinan yang mampu mewujudkan apa yang dikehendakinya yang tersimpan dalam benaknya. Keyakinan tersebut sebagai pengikat motivasi untuk menciptakan inspirasi baru dan keberanian untuk mencoba dan mempraktekkan apa yang telah ia dapatkan dengan pengalaman yang ada.
            Sebagaimana yang dialami oleh para atlet SEA Games Indonesia dengan motivasi yang ada dalam diri, mereka mampu untuk bangkit. Dengan motivasi tersebut membuat mereka mempunyai keyakinan yang besar untuk menang. Dengan dukungan para suporter menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet SEA Games. Melangkahnya Indonesia untuk menjadi calon juara umum SEA Games 2011 ini tidak terlepas berkat motivasi yang tinggi dan keyakinan tanpa reda baik dari dukungan suporter maupun dalam jiwa para atlet sendiri.
Sedangkan keyakinan merupakan salah satu modal awal bagi kita untuk mencapai sebuah kesuksesan. Dalam menyelesaikan masalah apabila tidak dilandasi dengan sebuah keyakinan yang kuat sangat sulit untuk tercapai. Menjadi harapan besar bagi bangsa Indonesia khususnya, motivasi tersebut tidak hanya dalam diri para atlet. Namun motivasi serta keyakinan yang mampu mewujudkan inspirasi baru tersebut juga merasuk dalam seluruh jiwa pemuda Indonesia pejuang bangsa. Untuk menciptakan Indonesia yang mampu bersaing dalam dunia internasional.
*)  Lulusan Pon.Pes. Darul Huda, Mayak. Ponorogo.

Senin, 31 Oktober 2011

Cideranya Nilai Sumpah Pemuda

Cideranya  Makna Sumpah Pemuda
Oleh : Muhammad Afwan Romdloni*
Sudah 83 tahun kita memperingati hari sumpah pemuda. Tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 adalah salah satu hari yang bersejarah. Hari tersebut merupakan pertama kalinya ikrar Sumpah Pemuda di ucapkan oleh para pemuda pejuang bangsa sebagai pengakuan dan janji setia mereka akan tetap menyatukan bangsa Indonesia dari perpecahan.
Bangsa Indonesia merupakan sebuah negara yang heterogen, negara semua golongan mulai suku, agama, adat, budaya. Hanya satu yang mampu menyatukan keberagaman warga Indonesia tersebut, yakni ikrar Sumpah Pemuda. Pada dasarnya Ikrar tersebut merupakan rumusan hasil sebuah kongres kaum pemuda yang diadakan oleh perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Yang mempunyai makna yang sangat dalam, yakni walaupun bangsa Indonesia sangat beragam akan tetapi Indonesia tetap satu.
Seorang pemuda penerus bangsa harus bisa mengamalkan apa yang telah digagas oleh para pejuang terdahulu. Walaupun mereka yang mengikrarkan, serta berbeda masa atau generasi, kita sebagai kaum muda harus tetap menjunjung tinggi dan mengamalkan ikrar tersebut. Secara tidak langsung kita pasti pernah mengucapkan ikrar tersebut dan mengakui serta meyakininya. Sangat penting bagi kita sebagi penerus bangsa untuk mengingat kejadian tersebut sebagai pendorong untuk mengokohkan barisan dari berbagai perbedaan untuk menjadikan satu kesatuan yang kuat. Yang tidak bisa diombang-ambingkan dengan keadaan yang terus berkembang.
Jangan biarkan peringatan sumpah pemuda ini hanya sebagai rutinitas belaka dan momentum yang tidak bermakna. Marilah kita rangkul mereka yang minoritas walaupun mereka berbeda dengan kita, agar mereka bisa merasakan apa yang telah kita rasakan sekarang, dan sebaliknya pula. Pada kenyataannya kita tetap satu, bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia.
Makna Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda, tidak sebatas hanya ungkapan sumpah belaka, melainkan sebuah pengakuan dan juga janji setia bahwa Indonesia tetap satu dalam berbagai segi dan pandangan. Dengan simbol kata satu tersebut yang mampu menyatukan bangsa Indonesia dari perpecahan di antara masyarakat Indonesia sendiri. Satu merupakan simbol akan kekompakan dalam perbedaan. Walaupun bangsa Indonesia berbeda-beda, Indonesia tetap mempunyai satu kesatuan yang utuh.
Pengakuan tersebut sebagai bukti bahwa keyakinan dan kepercayaan kita akan penyatuan bangsa walaupun dalam kenyataannya berbeda. Kita sebagai warga negara Indonesia tidak bisa mengingkari persatuan tersebut bagaimanapun yang terjadi, karena kita sudah meyakini dan percaya akan itu semua. Janji setia merupakan kesetiaan yang tertanam dalam jiwa sebagai mind set atau pola pikir yang tidak akan berubah pikiran kita terhadap apa yang telah dijanjikan, meskipun suatu keadaan menuntutnya. Yang akan tetap setia dengan kepercayaan yang pertama sebagaimana yang tercantum dalam naskah Sumpah Pemuda..
Sikap toleransi menjadi salah satu solusi untuk mengatasi perbedaan yang ada. Dengan toleransi kita bisa menerima suatu hal yang tidak sesuai dengan yang kita ketahui. Menerima dan menghargai merupakan kunci utama untuk meraih sebuah persatuan dalam perbedaan. Tanpa toleransi kita akan selalu kita mengedepankan ego kita yang selalu ingin menjatuh lawan yang berbeda dengan apa yang kita kehendaki. Pada kenyataannya perbedaan tersebut merupakan sebuah nikmat yang harus kita syukuri, tanpa ada perbedaan hidup ini akan membosankan.
Pendapat Moehammad Jamin tentang hubungan persatuan. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Dengan menyatukan kelima faktor tersebut bangsa Indonesia akan terbebaskan dari perpecahan. Dan sebaliknya, apabila kita tidak mampu menyatukannya Indonesia akan mengalami ancaman besar akan kesatuan bangsa. Karena faktor tersebut merupakan latar belakang adanya perbedaan yang signifikan dalam masyarakat Indonesia.
Akan tetapi akhir-akhir ini makna sumpah pemuda telah ternodai, dengan  terbukti banyak terjadi kekacauan-kekacauan dan keributan yang berlatar belakang agama, kelompok, ras, suku. Seperti halnya pertikaian antar pelajar, antar suporter, antar suku semakin marak terjadi. Mereka hanya mementingkan kelompok masing-masing tanpa menghiraukan kehidupan sekitarnya. Sumpah tersebut harus diwujudkan dalam tindakan yang nyata, tidak hanya sebagai sumpah yang tidak terbukti kesungguhannya. Bahkan, sumpah pemuda seharusnya sebagai gerakan kerja sama dalam perbedaan.
Banyak dari masyarakat Indonesia yang mengingkari akan pengakuan dan janji setia yang telah diikrarkan tersebut. Mereka tidak mau tahu dengan apa yang terjadi di sekitarnya karena mereka mempunyai sikap yang individualis. Ketika perbedaan atas nama agama, etnis semakin meningkat, ketika kekerasan atas nama kelompok kian meluas serta perbedaan kesukuan kian menganga. Mereka hanya tinggal diam dengan keadaan, tidak ada rasa tanggung jawab dalam diri mereka untuk menjunjung tinggi nilai Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul dihayati atau dipatuhi, apabila semua masyarakat mendapat perlakuan yang adil. Sumpah Pemuda hanya bisa betul-betul diakui atau ditaati secara bersama dengan sepenuh hati, apabila semua masyarakat merasa dihargai. Sebuah pengkhianatan terhadap Sumpah Pemuda, apabila ada suatu golongan yang mau memaksakan secara sewenang-wenang kepada orang lain.
Sumpah Pemuda mengingatkan kita semua, bahwa di Indonesia tidak boleh ada golongan yang merasa ditindas, dianaktirikan, dikucilkan, ataupun diabaikan. Sumpah Pemuda harus melahirkan keadilan bagi semua dan tidak ada perbedaan. Sekarang ini, setelah bangsa kita sudah merdeka, Sumpah Pemuda masih menjadi perekat yang ampuh menyatukan segala macam perbedaan. Sumpah Pemuda adalah inspirasi dan motivasi sangat urgen bagi kaum muda penerus bangsa untuk berkorban demi masa depan. Loyalitas sebagai warga negara harus terus ditumbuhsuburkan, Dengan semangat dan jiwa asli Sumpah Pemuda yang dicetuskan para pendahulu, mari kita satukan Indonesia ini menjadi bangsa yang utuh tanpa perpecahan.
  *) Lulusan Pon. Pes. Darul Huda, Mayak, Ponorogo. Dan pengurus IPNU PK PT IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Jumat, 19 Agustus 2011

sudah lama nie gak nulis, mau nulis apanya...........? bingung nie.

oooooo.iya. q ingant bagaimana rasanya pertama kali mondok di kota santri lirboyo yang terkenal dengan pondok salafnya dengan beribu-ribu santri di dalamnya. yang mana sudah mencapai umur seabadnya pada tahun 2010 kemaren, waktu yang tidak isa di bilang sedikit lagi yang berdiri pada tahun 1910 olah KH. Abdul Karim tersebut. sungguh bangga rasanya bisa mencari pengalaman disana bisa berkumpul dengan para orang yang mempunyai tirakat yang dalah berbagai hal dan kemampuan untuk mencapai tujuan. walaupun sesaat datang disana q smpat bingung dengan arah-arah disana, bahkan sampai pulang pun masih belum mau meyakini bahwa itulah arah yang sebenarnya. karena q sampai di sana pada waktu malam hari dan sebelumnya pun belum pernah kesana.

di samping itu semua banyak sekali pelajaran ataupun pengalam yang q dapatkan dari sesaat di sana, baik dengan lingkungan, teman suasana, udara, para masyayikh, serta semua yang ada disana tak terkecuali dengan balok kecil-kecil yang berada di seluruh penjuru pondok tersebut. mereka menyebutnya dengan bancik, bancik adalah suatu sarana yang digunakan para santri untuk menjaga kesucian dari seluruh penjuru pondok. merupakan penghubung dari gedun satu ke gedung yang lain. bancik tersebut sangatlah membantu bagi para santri khususunya untuk menjajah penjuru pondok tanpa dengan alas kaki. berbagai bentuk dan ukurang juga berbeda-beda mulai dari bebatuan, beton, kayu, dll.

 yang tak kusadari, ternyata di manapun pasti ada bancik tersebut baik madrasah pondok , kamar mandi pertokoan, bahkan di warungpun juga ada dll yang belum ku jelajahi. dengan demikin seorang santri yang tidak punya alas kaki tetap bisa menjelajari sudut pondok yang ada tanpa dengan alas kaki dan itupun juga suci.

 masih banyak lg yang berada disana................to be continue!